Tingkat Hunian Hotel Meningkat di Banyuwangi Di Hari Raya Nyepi

Banyuwangi – Libur Nyepi membawa berkah bagi para pengusaha hotel di Banyuwangi, Jawa Timur. Okupansi atau tingkat hunian hotel-hotel di Banyuwangi meningkat signifikan.

Hunian di seluruh hotel yang ada di Banyuwangi penuh dengan wisatawan dan penduduk yang datang dari Bali.

“Setiap Nyepi penduduk Bali pasti datang ke Banyuwangi dan hotel-hotel penuh,” kata Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko, Kamis (7/3/2019).

Orang nomor dua di Banyuwangi ini menyatakan, pihak Pemda membantu pengamanan yang dilakukan Kepolisian dan TNI dengan menerjunkan Satpol PP dan Dinas Perhubungan.

Yusuf menyebut, tidak hanya hotel berbintang 4 yang  mendapatkan berkah dari libur Nyepi ini. Menurut dia, hampir semua kelas hotel juga mengalami peningkatan. Kondisi ini hampir merata di seluruh hotel yang ada di Banyuwangi.

Salah satu hotel yang meningkat okupansinya adalah Hotel Mirah. Hotel yang berada sekitar 3 km arah selatan Pelabuhan Ketapang ini sudah dipenuhi tamu sejak dua hari lalu. Rata-rata tamu hotel yang datang berasal dari Bali namun tidak ikut merayakan Nyepi.

“Mulai kemarin, cek in tanggal 6 kemarin, rencananya cek out tanggal 8 besok,” kata Poppy salah satu tamu Hotel yang berasal dari Bali.

Pihak pengelola hotel mengaku terjadi kenaikan hingga 80 persen dari hari biasanya. Setiap pelaksanaan Nyepi memang selalu terjadi kenaikan hunian. Tamu-tamu sudah berdatangan sejak H-1 Hari Raya Nyepi.

“Pemesanan mulai kemarin dan banyak tamu yang datang ke hotel kita meginap di sini bersama keluarga,” ujar Manager Hotel Mirah, Novi Carera.

ASDP Tutup Sementara Penyeberangan Jawa-Bali-Lombok

Sebelumnya, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menutup sementara layanan penyeberangan dari dan menuju ke Pulau Bali, yakni lintasan Ketapang-Gilimanuk dan Lembar-Padangbai selama 24 jam pada saat Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1941.

Sekretaris Perusahaan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Imelda Alini mengatakan, sesuai dengan surat edaran Gubernur Bali dan rapat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan penyeberangan terkait Hari Raya Nyepi Tahun 2019, akan dilakukan penutupan sementara layanan operasional penyeberangan di dua lintasan yang menghubungkan wilayah Jawa, Bali dan Lombok.

Hal ini dilakukan untuk menghormati umat Hindu di Pulau Bali yang sedang melaksanakan catur brata Nyepi pada Kamis 7 Maret 2019.

“Pemberangkatan kapal terakhir dari Pelabuhan Ketapang pada Rabu 6 Maret 2019 pukul 23.00 WIB atau 24.00 WITA. Sedangkan pemberangkatan kapal terakhir dari Pelabuhan Gilimanuk Kamis 7 Maret 2019 pukul 05.50 WITA atau 04.50 WIB,” kata Imelda kepada wartawan, Kamis pekan ini.

Selanjutnya, pemberangkatan kapal terakhir dari Pelabuhan Lembar pada Rabu 6 Maret 2019 pukul 19.30 WITA, dan pemberangkatan kapal terakhir dari Pelabuhan Padangbai pada Kamis 7 Maret 2019 pukul 03.00 WITA.

“Penutupan sementara operasional di lintasan yang menghubungkan Jawa, Bali dan Lombok akan dilakukan selama 24 jam, dan akan kembali beroperasi normal pada Jumat 8 Maret. Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jasa agar mengatur jadwal perjalanannya dengan baik,” ungkapnya.

Dari Ketapang, pemberangkatan kapal pertama dari pukul 05.00 WIB atau 06.00 WITA, dan dari Pelabuhan Gilimanuk akan menyesuaikan dengan jadwal yang berlaku, dengan jadwal kapal diatas pukul 06.00 WITA.

Selanjutnya, pemberangkatan kapal pertama dari Pelabuhan Lembar pada Jumat 8 Maret 2019 pukul 04.30 WITA dan dari Pelabuhan Padangbai pada pukul 09.00 WITA.

Terkait layanan dan operasional selama Nyepi, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang dan Lembar telah mengintruksikan kepada operator pelayaran yang beroperasi di kedua lintasan tersebut untuk menyosialisasikan penutupan sementara aktivitas penyeberangan kepada penumpang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *