Tembok 2 meter timpa anak-anak yang sedang bermain Simak Ulasanya

Tembok Perumahan Bengawan Permai yang berada di Kampung Petoran, Kelurahan Jebres, roboh. Tembok setinggi sekira dua mtr. serta dengan panjang 32 mtr. itu ambruk menerpa enam korban yang ada di seputar tembok.

Berdasar pada info yang didapat dari beberapa saksi mata mengatakan, runtuhnya tembok itu berlangsung pada Rabu (25/9) sekira jam 12.45 WIB. Tembok yang telah miring itu tidak diduga langsung ambruk mengarah timur yang disebut gang kecil di kampung itu.

Pada saat bertepatan, di gang itu ada seseorang penjual mainan anak-anak yang tengah dikerumunui konsumen. Hingga waktu tembok roboh langsung menerpa enam orang yang ada dalam tempat itu.

Baca Juga : Biaya Pembuatan Kolam Renang

Seseorang saksi mata, Heru, mengatakan peristiwa itu berjalan cepat sekali. Menurut dia tembok itu tidak diduga langsung roboh tanpa angin atau karena yang lain.

“Tiba-tiba terdengar seperti nada letusan serta nyatanya tembok ini yang roboh serta menerpa anak-anak yang tengah beli mainan,” katanya saat didapati SINDO.

Pihaknya mengatakan korban yang tertimpa tembok itu salah satunya ialah Basuki yang disebut penjual mainan. Sedang korban lainnya salah satunya Puji serta empat orang anak-anak yang usianya masih tetap balita.

Sekejap sesudah dievakuasi korban itu langsung dibawa ke Rumah Sakit Dr Muwardi untuk perawatan.

Tidak hanya mengakibatkan korban luka-luka itu, runtuhnya tembok itu pun mengakibatkan sekira lima rumah punya masyarakat yang berada di samping tembok itu rusak dibagian depan.

Artikel Terkait : Harga Besi Plat Hitam

Menurut Heru, sebelum roboh, tembok itu sudah miring saat beberapa waktu paling akhir. Dia juga bersama dengan masyarakat lainnya sempat menyarankan perbaikan tembok itu pada pengembang perumahan. Namun saran itu belum pernah digubris.

“Ya kami beberapa kali sudah menyarankan supaya tembok ini diperbaiki, namun tidak ada tanggapan. Saat ini temboknya justru roboh serta mengakibatkan korban,” sambungnya.

Selain itu Camat Jebres, Sri Wirasti, mengatakan sekarang ini pihaknya baru mencari kepemilikan perumahan itu. Dia juga mengharap supaya pemilik perumahan itu ingin bertangggung jawab atas peristiwa itu.

“Kita akan lihat korbannya seperti apakah, kelak akan kita mengambil langkah selanjutnya,” katanya singkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *