Bikin Taman Minimalis Lebih Praktis dan Sehat

Lahan sempit seringkali menjadi alasan sebuah rumah tidak memiliki taman. Ditambah lagi dengan kesibukan si empunya rumah, yang membuatnya tidak mau terlalu repot mengurus taman dan tanaman.

Padahal keberadaan taman, dapat memberikan banyak manfaat. Tidak hanya memperindah tampilan fasad rumah, taman juga merupakan salah satu solusi terbaik untuk sirkulasi udara. Bagaimana membuatnya pada lahan yang minim?

Tak sulit! Setiap masalah ada solusinya. Untuk lahan terbatas, bangunlah sebuah taman kecil berkonsep minimalis. Taman ini merupakan konsep taman yang menuntut kepraktisan.

Taman minimalis memadukan penerapan teknologi canggih dan sederhana dengan mengoptimalkan bahan-bahan alami, serta warna yang senada, juga kombinasi material keras seperti : (beton, kayu, kaca, baja, batu bata, batu kali, koral, kerikil, pasir, granit) dan lunak (pohon, semak, pengalas, rumput) dengan tepat sehingga menghasilkan keharmonisan dan keselarasan yang alami antara bangunan rumah dan taman dengan lingkungan sekitar.

Baca : Harga Batu Alam

Taman merupakan cerminan energi alam. Energi adalah sumber kehidupan. Maka, kehadiran taman ini dapat memberikan energi sumber kehidupan bagi penghuni rumah itu sendiri selain itu Taman minimalis tidak memerlukan pemeliharaan dan perawatan yang rumit. Karena semuanya serba praktis.

Lahan yang berukuran 2 x 3 m bisa saja dibuat taman, tinggal bagaimana konsep yang ingin diterapkan. Namun yang perlu diingat, taman minimalis itu berada di lahan yang sempit, jadi tidak membutuhkan banyak ornamen dan tanaman. Kalau ingin menonjolkan aksen naturalnya, kurangi juga material, terutama jika rumah memiliki jendela yang besar.

Aspek kesehatan juga tak kalah penting. Taman ini bukan hanya memenuhi unsur estetika semata, namun juga memberikan nilai kenyamanan bagi penghuni rumah. Hunian minimalis yang serba praktis tentunya juga harus sehat, pasokan oksigen sangat dibutuhkan. Nah, untuk itu maksimalkan fungsi taman Anda sebagai pemasok udara terbesar untuk rumah Anda. Untuk itu, perbanyaklah tanaman hijau.

Oksigen juga bisa didapat dari unsur air. Pilihan membuat kolam dengan air mancur merupakan satu alternatif yang tepat.

Baca Juga : Harga Cat Tembok

Pilihan jenis tanamannya (softscape) cenderung dari jenis yang mudah ditanam dan dirawat. Contohnya, bakung, palem, euphorbia, dan sebagainya. Tanaman-tanaman ini tidak membutuhkan penyiraman yang terlalu sering. Selain itu, mereka juga tahan panas dan perubahan cuaca.

Tak hanya tanaman, furnitur dan aksesori pun harus minim perawatan. Pilihannya bisa menggunakan batu alam atau taburan koral. Batu alam berwarna gelap, seperti batu candi atau batu tempel, tidak akan mudah terlihat kotor, sehingga tidak perlu sering dibersihkan.

Sedangkan taburan batu koral, bisa diaplikasikan sebagai pengganti rumput. Tetapi bukan berarti taman minimalis tidak boleh ditanami hamparan rumput. Boleh saja, asal pilih rumput yang mudah perawatannya, seperti rumput gajah mini atau kucai mini.

Taman minimalis bisa diaplikasikan di berbagai ukuran lahan. Tinggal pandai-pandai mengatur letak softscape dan hardscape, sehingga tetap indah walau berada di lahan yang juga minim.

Untuk menambah keindahan taman, taman dapat dipadu dengan elemen bergaya tradisional Indonesia. Elemen ini dapat ditambahkan dalam jumlah yang juga minim, alias tidak mendominasi ruang pada taman. Misalnya, menenam tanaman kamboja dan ornamen bergaya Bali untuk menciptakan nuansa Bali. Atau bisa juga dengan menempatkan furnitur antik Jawa untuk menciptakan nuansa Jawa masa lalu

sumber : www.hargaterupdate.com