Pelni Logistics Kembangkan Aplikasi IMRK Permudah Layanan Tol Laut

Dikembangkan oleh Pelni Logistics, dalam waktu dekat aplikasi ini dapat dilakukan oleh para shipper dengan menggunakan smartphone. Berbagai cara terus dilakukan oleh pemerintah guna memperlancar Program Tol Laut.

Selain menambah rute, armada kapal maupun jenis muatannya, tak ketinggalan pula kini para pengguna jasa Tol Laut kian dipermudah melalui layanan aplikasi berbasis online bertajuk Informasi Muatan dan Ruang Kapal (IMRK).

Aplikasi IMRK Tol Laut ini adalah aplikasi berbasis online pertama yang digunakan dalam program Tol Laut dari seluruh rute dan operat tol laut baik BUMN maupun swasta, namun sejatinya aplikasi ini merupakan aplikasi layanan berbasis online yang dikembangkan oleh Pelni Logistics, anak perusahaan PT. PELNI yang memberikan informasi seputar muatan dan kapasitas ruang kapal yang digunakan untuk melayani Tol Laut.

Baca Juga : Jadwal Kapal Pelni Makassar Jakarta

Adapun aplikasi IMRK ini merupakan pengembangan dari aplikasi cargo reservation and tracking system untuk muatan kapal penumpang PT. Pelni yang telah di launching sejak 3 Januari lalu.

Karenanya, guna meningkatkan pelayanan Program Tol Laut tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan telah memulai sosialisasi dan pelatihan kepada stakeholders di bidang angkutan laut, antara lain para BUMN pengirim muatan tol laut, para instansi dan asosiasi terkait serta para perusahaan Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) di Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan di kantor PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Surabaya, Kamis (12/4).

Menurut Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Antar-lembaga Buyung Lalana, perlakuan kapal Tol Laut berbeda dengan kapal komersial. Oleh karena itu, dirinya berharap pihak terkait, baik operator maupun JPT, senantiasa mengikuti aturan yang ada untuk memahami betul teknis ruang penggunaan ruang kapal.

Di samping itu, yang terpenting, “Penerapan aplikasi Informasi Muatan Ruang Kapal (IMRK) berbasis online ini akan mengurangi disparitas harga dan menjaga subsidi program tol laut oleh pemerintah dapat berjalan tepat guna dan tepat sasaran,” ujarnya.

Baca Juga : Harga Tiket Kapal Pelni Makassar Jakarta

Sementara itu Kasubdit Angkutan Dalam Negeri Kementerian Perhubungan, Capt. Wisnu Handoko menambahkan, aplikasi IMRK ini berisikan informasi pengirim dan penerima barang, jenis barang, kuota muatan tersedia dan prioritas muatan, jadwal kapal, standar pelayanan, serta penyediaan data valid dan lengkap untuk mempermudah pengambilan keputusan yang tepat dan accountable. “Selain untuk operator kapal, IMRK juga sangat bermanfaat bagi pemilik barang yang akan mendukung kesuksesan penyelenggaraan program tol laut,” terangnya.

Adapun manfaat bagi operator, tutur Wisnu, IMRK dapat mengurangi biaya pemasaran, efisien dan transparan, mengurangi risiko, dan pelayanan online selama 24 jam. Sedangkan bagi pemilik barang, layanan ini akan memberikan kenyamanan fleksibilitas, proses yang mudah, dan pelayanan berkualitas. Ditambah lagi, IMRK juga merupakan aspek pengendalian disparitas harga melalui pemanfaatan data IMRK untuk pengawasan harga jual oleh distributor layer 1 dan 2.

Wisnu menambahkan, aplikasi ini juga dapat membantu pengendalian data pengguna subsidi berupa data lengkap perusahaan shipper/pengirim muatan, dan penerima muatan. “Sehingga, aplikasi ini juga dapat mencegah praktik monopoli muatan kapal,” terangnya.

Tak hanya difungsikan untuk angkutan Tol Laut, nantinya aplikasi IMRK juga akan diterapkan pada angkutan laut komersial. Sehingga, sistem IMRK ini juga akan tersambung dengan inaportnet.

Sementara itu Capt. Murdiyoto turut menjelaskan bahwa aplikasi yang sementara berbasis internet (web base) ini dalam waktu kurang lebih satu bulan bisa digunakan oleh para shipper melalui smartphone yang diunduh menggunakan Google Play Store atau App Store.

Diketahui, penerapan aplikasi IMRK ini mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor. PM.4 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik untuk Angkutan Barang di Laut dan Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Nomor UM.003/100/11/DJPL-17 tanggal 28 Desember 2017 tentang Persyaratan PSO Penumpang Kelas Ekonomi, Angkutan Laut Perintis, PSO Angkutan Barang di Laut (Tol Laut), dan Angkutan Ternak.

Kedua aturan tersebut menyebutkan kewajiban bagi penyelenggara kewajiban pelayanan publik harus menggunakan layanan IMRK berbasis online, yang bertujuan utk mengontrol jenis barang yang dikirim sesuai dengan ketentuan peraturan agar tidak terjadi monopoli dan menyediakan data shipper dan consignee dalam rangka pengendalian disparitas harga.

Di samping itu, Direktorat Lalulintas dan Angkutan Laut sendiri juga telah mengeluarkan pengumuman terbuka bagi seluruh perusahaan di bidang usaha perangkat lunak logistik dan jasa logistik untuk berpartisipasi mendukung operator kapal pada program angkutan barang Tol Laut dalam menerapkan IMRK berbasis teknologi informasi sesuai persyaratan dan spesifikasi yang dibutuhkan.

Nantinya, perusahaan yang berminat dapat menyediakan software dengan kemampuan berintegrasi sesuai SOP pemesanan ruang muat dan penerbitan Shipping Instruction untuk penyelenggaraan kewajiban pelayanan publik angkutan barang Tol Laut. Perusahaan ini juga harus mampu menyeleksi prioritas pengangkutan barang kebutuhan pokok dan barang penting, mampu menyeleksi shipper (pengguna subsidi tol laut) dan mampu menyeleksi consignee (pengguna subsidi tol laut).

Ditambah lagi, perusahaan tersebut juga harus mampu mengatur jatah penggunaan ruang muat antardaerah/pelabuhan tujuan. Diketahui, perusahaan pelayaran operator kapal tol laut, baik BUMN maupun swasta, dapat mengembangkan sistem IMRK ini secara mandiri atau menggunakan jasa perusahaan penyedia software IMRK.

Alhasil, melalui acara sosialisasi registrasi sistem IMRK kepada para shipper dan consignee yang digelar oleh Pelni bekerja sama dengan Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut ini pun diharapkan bisa segera diikuti oleh operator kapal lainnya. Sehingga, program IMRK pada Tol Laut ini bisa menjadi leading dalam meningkatkan akuntabilitas dan transparasi kegiatan angkutan laut dalam negeri ke depan. (*)

Layanan Pelni, Kirim Muatan Hanya Dengan ‘Klik’

Dengan ragam aplikasi serta infrastuktur IT nan mumpuni, Pelni kini kian gesit melayani para penumpang maupun logistiknya. Sebagai BUMN yang menggawangi transportasi laut Tanah Air, PT Pelni (Persero) diketahui terus berupaya meningkatkan pelayanan, baik angkutan penunpang maupun barang.

Terlebih, melalui Program Tol Laut sejak 2015 lalu yang telah 13 trayek digulirkan pemerintah dan 6 trayek dilaksanakan oleh Pelni guna mengurangi kesenjangan harga yang cukup tinggi antara wilayah Indonesia barat dengan timur.

Adapun salah satu peningkatan pelayanan nan signifikan pada tubuh Pelni sendiri dilakukan perseroan melalui pemanfaatan berbasis informasi teknologi (IT). Pasalnya, boleh dibilang di era serba digital kini, perusahaan yang tidak menerapkan IT akan ditinggal konsumenya.

Baca Juga : Jadwal Kapal Pelni Makassar Bau Bau

Sejak awal tahun 2018 ini Pelni telah memperkenalkan inovasi di layanan pengiriman kargo/kontainernnya kepada publik untuk mempermudah pengiriman kargo/kontainernya. Caranya pun terbilang mudah, yakni hanya dengan mengunduh aplikasi “Pelni Logistics” di PlayStore untuk pengguna smartphone android, dan secepatnya akan tersedia di AppStore untuk smartphone Apple.

Manager PR dan CSR PT Pelni (Persero) Akhmad Sujadi mengatakan, aplikasi ini merupakan upaya perusahaan untuk mempermudah pelanggan Pelni di jasa pengiriman barang. Dengan aplikasi ini, pemilik barang dapat melakukan pemesanan kontainer lebih cepat dan pasti.

“Aplikasi ini sangat mudah digunakan, cukup memasukan jumlah kontainer yang ingin dipesan, kemudian akan tampil jadwal kapal yang tersedia serta biaya yang dibutuhkan. Di akhir pesanan, aplikasi secara otomatis mengirimkan kode pemesanan (booking) ke email pemesan untuk selanjutnya tinggal melakukan pembayaran melalui ATM,” terang Sujadi.

Baca Juga : Harga Tiket Kapal Pelni Makassar Bau Bau

Tak hanya itu. Keunggulan lain yang diberikan aplikasi ini adalah pemilik barang dapat mencari tahu (tracking) posisi barangnya”Jadi, lebih cepat, elisien, dan transparan,” jelas Sujadi.
Hanya saja, meski kontainer dapat disewa setiap pengangkut barang, isi barang menjadi tanggung jawab pengirim.

Namun demikian, dengan adanya aplikasi ini proses pengiriman serta pemesanan barang dapat dipantau sehingga tidak terjadi masalah penyalahgunaan kontainer dalam proses pengiriman barang.

Saat ini aplikasi “Pelni Logistics” melayani 3 kapal dan 12 kota pelabuhan yang dilalui kapal penumpang Pelni. Jumlah tersebut akan terus bertambah, dengan target pada akhir April nanti menjangkau 26 kapal penumpang Pelni dan 96 kota pelabuhan yang dilaluinya.

Digitalisasi Terus Berkembang.

Penggunaan IT sendiri dalam tubuh Pelni sejatinya telah dimulai sejak era 1990-an dan terus dikembangkan hingga kini sesuai dengan perencanaan perseroan. Tak heran, perseroan sendiri kini telah menyempurnakan aplikasi hingga memperbaharui server yang kini berpusat di Sentul. “Jadi, secara keamanan sudah terjamin,” jelas Nelson Idris, Vice President Information & Technology Pelni.

Adapun aplikasi lainnya yang diluncurkan oleh Pelni ditujukan terhadap layanan jasa angkutan kapal perintis yang melayani daerah pelosok. Alhasil, sebuah aplikasi sederhana pun tersaji melekat pada personel Pelni yang melayani tiket kapal.Dengan aplikasi ini, para penumpang nantinya dapat langsung menerima tiket yang secara langsung tercetak.

“Dari 46 rute kapal, saat ini aplikasi tersebut telah tersaji untuk 16 kapal. Di antaranya untuk kapal perintis dari Sunda Kelapa, Teluk Bayur, Tanjung Pinang, dan Saumlaki,” terang Nelson.

Ditambah lagi, pada sebagian besar layanan kapalnya, para penumpang Pelni dapat menggunakan telepon genggamnya sepanjang perjalanan dengan memanfaatkan jaringan internet yang tersedia. Diketahui, perseroan sendiri kini tengah mengembangkan multi-operator agar semua layanan operator seluler Tanah Air dapat digunakan di atas kapal.

Nelson menambahkan, nantinya kapal Pelni bakal menjadi “market place” dengan membawa hasil bumi dari kawasan timur ke barat guna mengimbangi pasokan logistik yang besar dari barat ke timur. “Dengan demikian, kami dapat memaksimalkan fungsi kapal yang dari barat ke timur dan sebaliknya ini, serta turut memperkecil disparitas harga barang selama ini,” jelas Nelson.

Ke depan, tutur Nelson, Pelni juga akan melayani manajemen perbaikan kapal secara digital. Misalnya saja mengalihmediakan dokumen kapal hingga nantinya dapat diklasifikasikan secara digital.

Sekadar diketahui, saat ini Pelni mengoperasikan 6 kapal Tol Laut dengan total kapasitas angkut mencapai 1.505 TEUs. Selain itu, Pelni juga mengoperasikan 26 kapal penumpang, yang beberapa di antaranya memiliki ruang muat kontainer dan reefer kontainer.

Pemerintah juga mempercayai Pelni untuk mengoperasikan 46 kapal pcrintis dan satu unit kapal ternak. Adapun Pelni sendiri juga memiliki anak usaha, yakni Pelni Logistics (PT Sarana Bandar Nasional), yang bergerak dibidang freight forwarding.

PT Pelni Jamin Seluruh Kapal Layak Berlayar

Memasuki arus mudik Lebaran tahun ini, PT Pelni (Persero) menjamin bahwa seluruh armadanya layak berlayar.

“Tanpa ada kenaikan tiket, Pelni tetap menjamin kesiapan armada angkutan Lebaran,” ujar Direktur Utama PT Pelni (Persero), Jussabella Sahea, dalam konferensi persnya di Kantor Pusat Pelni Jl Gajah Mada, Jakarta Pusat, Rabu.

Baca Juga : Jadwal Kapal Pelni Umsini

Menurut Jussabella, untuk persiapan armada angkutan Lebaran, seluruh kapal Pelni telah di-docking atau telah melakukan perbaikan dan perawatan.

“Setelah di-docking, kapal kami siap beroperasi melayani angkutan Lebaran tahun ini ke berbagai penjuru Tanah Air,” jelasnya.

Untuk memastikan kesiapan armada angkutan Lebaran, lanjut dia, kapal-kapal Pelni telah dilakukan standardisasi.

“Seluruh kapal Pelni telah memenuhi standar regulasi keselamatan pelayaran, karena dilengkapi dengan sistem dan fasilitas keselamatan sesuai dengan standar IMO (Solas),” paparnya.

Baca Juga : Harga Tiket Kapal Umsini

Lebih lanjut, Jussabella mengatakan, peningkatan pelayanan juga dilakukan dengan koordinasi bersama instansi terkait guna penertiban proses embarksi/debarkasi penumpang.

“Diharapkan dengan persiapan ini, arus lonjakan penumpang dapat teratasi, sehingga para pengguna jasa kapal Pelni tetap merasa nyaman berlayar bersama kapal Pelni,” tukasnya.

26 Kapal Pelni Siap Layani Mudik Lebaran

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni telah menyiapkan 26 armada untuk melayani angkutan lebaran 1439 H, tahun ini. Kapal akan singgah di 91 pelabuhan, melayani 1.100 ruas menempuh jarak 98.329 mile dengan kapasitas 53.763 pax/hari, termasuk dispensasi.

Selain menyiapkan 26 armada dengan trayek Nusantara, Pelni juga menyiapkan 47 armada kapal perintis untuk melayani pemudik ke 305 pelabuhan, 4.620 ruas dari pulau-pulau besar ke pulau terpencil dan terluar.

“Mudik dengan kapal Pelni lebih Indonesia. Selama ini mudik lebih dikenal dari Jakarta ke Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, mudik dengan kapal Pelni melayani hampir ke seluruh pulau di tanah air,” kata Tukul Harsono, Direktur Armada Pelni dalam keterangan persnya.

Baca Juga : Jadwal Kapal Pelni Sangiang

Direktur Usaha Angkutan Penumpang OM. Sodikin, mengatakan, angkutan lebaran dengan kapal Pelni akan berlangsung selama 30 hari atau satu bulan, dimulai Hari Kamis (31/5) hingga Sabtu (30/6).

Masa angkutan lebaran dengan kapal laut lebih lama dibanding angkutan darat dan udara, terang OM. Sodikin.

Dalam lima tahun terakhir, lanjut OM. Sodikin, trend pemudik menurun. Tahun 2012 tercatat 815.392 orang, tahun 2013 menjadi 708.272 orang.

Tahun 2014 tercatat 763.916 orang, tahun 2015 menjadi 693.793, tahun 2016 tercatat 586.322 orang dan tahun 2017 menjadi 573.944 orang. Penumpang angkutan lebaran hampir setiap tahun cenderung turun, lanjut OM. Sodikin.

Dari 91 pelabuhan tercatat ada 10 pelabuhan dengan embarkasi tertinggi pertama Cabang Makasar 50.989 pelanggan, Surabaya 36. 555 pelanggan, Balikpapan 34.448 pelanggan, Baubau 28.731 pelanggan, Ambon 25. 846 pelanggan, Pulau Batam 24.830 pelanggan, Sorong 24.534, Kumai 21.236 pelanggan, Jayapura 20.357 pelanggan dan Manokwari 18.722 pelanggan.

Baca Juga : Harga Tiket Kapal Pelni Sangiang

Pelni membagi tiga cluster pelayanan, wilayah barat terdiri Tanjung Priok, Tanjung Pandan, Pontianak, Batam, Tanjung Pinang, Tanjung Balai Karimun, Belawan, Pulau Natuna, Semarang, Surabaya, Sampit, dan Kumai.

Wilayah tengah terdiri Makasar, Baubau, Balikpapan, Nunukan, Tarakan, Pare-pare, Bima, Labuan Bajo, Lewoleba dan Kupang. Untuk wilayah timur, Ambon, Banda Neira, Namlea, Ternate, Tual, Sorong, Manokwari, Biak, Serui, Nabire dan Jayapura.

Komposisi penumpang wilayah barat 39 %, wilayah tengah 43 % dan wilayah timur 19 %.
Semenatara Direktur Armada Tukul Harsono menambahkan untuk mengantisipasi permintaan, Pelni melakukan rerouting ke ruas-ruas padat penumpang, diantaranya untuk wilayah barat Batam-Belawan, Kumai-Semarang, Sampit-Semarang, Kumai-Surabaya, Sampit-Surabaya dan Balikpapan-Surabaya.

“Kami tidak menambah armada namun menambah frekuensi pada ruas padat penumpang dengan mererouting kapal, terang Tukul Harsono.

Pada mudik tahun ini Pelni dipercaya Kementerian Perhubungan untuk mengangkut pemudik sepeda motor dari Jakarta ke Semarang,” jelasnya.

Pelni Siap Angkut Penumpang Mudik Gratis

Pelni Siap Angkut Penumpang Mudik BarengPT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) – Pelni, dipercaya untuk memberangkatkan ke berbagai kota seluruh pelosok Nusantara.

Mudik bareng BUMN akan didukung 26 armada kapal Pelni, terdiri 1 armada tipe 3.000 pax 11 armada tipe 2.000 pax 9 armada tipe 1.000 pax, 3 kapal tipe 500 pax dan 2 kapal Roro. Angkutan lebaran dengan kapal laut akan dilaksanakan mulai H-15 hingga H+ 15.

Corporate Secretary PT. Pelni (Persero) Ridwan Mandaliko mengatakan Pelni siap mendukung kegiatan mudik bareng BUMN. Mudik, atau pulang kampung bersamaan menjadi agenda tahunan Bangsa Indonesia. Kementerian BUMN menyediakan 202. 300 tiket dengan berbagai moda, kereta api, bus, penyeberangan yang didanai 75 BUMN.

Baca Juga : Jadwal Kapal Pelni Pangrango

“Tahun ini ada 24 BUMN menyediakan mudik gratis dengan kapal laut Pelni. Kami siap mendukung kegiatan ini,” terang Ridwan Mandaliko.

Bertahun-tahun, lanjutnya mudik gratis terfokus di Jawadari ibu kota Jakarta ke Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan sebagian kecil ke luar Jawa. Tahun ini ada 24 BUMN memilih kapal laut Pelni untuk mudik gratis.

“Mudik gratis dengan kapal laut lebih Indonesia, karena bukan warga di Pulau Jawabisa mudik gratis, namun warga di beberapa pulau di Nusantara disediakan sarana transportasi untuk mudik gratis,” lanjut Ridwan.

Beberapa BUMN yang menggunakan kapal Pelni untuk mudik gratis terdiri; PT. Jasa Raharja, PT. Pertamina, PT. Semen Indonesia, PT. Pupuk Indoensia, PT. Timah, PT. Pelindo 1, PT. Pelindo 3, PT. Brantas Abipraya, PT. Jasindo, PT. Jiwasraya, PT. Jasa Marga, PT. Pegadaian, PT. LEN, PT. Perusahaan Pengelola Aset (PPA), PT. Indonesia Re (perusahaan asuransi), PT. RNI, Perum Jamkrindo, Perum Peruri, Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI dan PT. Pelni yang akan memberangkatkan 1.000 pemudik ke pulau terluar.

Baca Juga : Harga Tiket Kapal Pelni Pangrango

Tarif kapal Pelni lebih murah dibanding tarif KA, bus maupun pesawat. Meskipun permintaan angkutan laut saat lebaran juga tinggi, tarif tidak naik karena tarif kapal Pelni ditentukan pemerintah, Pelni menjalankan penugasan pelayanan publik di laut. Pelni akan membantu sepenuhnya kepada 24 BUMN penyelenggara mudik gratis untuk melayani warga dari berbagai kota yang tersebar di berbagai pulau di Indonesia.

“Pelni menyiapkan 54.000 tiket perhari selama angkutan lebaran,” kata Ridwan.

Penumpang kapal Pelni mendapatkan fasilitas tempat tidur, mandi air hangat, asuransi, makan sahur atau buka puasa, hiburan live musik di salon kapal, ibadah dan aneka kegiatan produktif pemanfaatan waktu berlayar. Mudik gratis dengan kapal laut dapat dikemas menawan, tidak membosankan dan memberikan nilai tambah bagi pemudik dan BUMN penyelenggara.

PELNI – GARUDA Perluas Layanan Kargo

Pelayaran Nasional Indonesia (Persero)-PELNI memiliki 46 kantor cabang dengan jangkauan layanan 96 pelabuhan di seluruh Indonesia, melakukan sinergi BUMN dengan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan membuka layanan kargo udara. Pelayanan chanelling untuk tahap pertama dioperasikan di 3 (tiga) tempat meliputi Jakarta, Surabaya dan Makasar. Peresmian layanan ini ditandai dengan pembukaan Outlet GA-PELNI di Jalan Bugis No. 35 Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (17/10/2018).

Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut Harry Boediarto mengatakan, kerjasama dan bersinergi BUMN ini untuk meningkatkan kinerja bisnis perseroan dengan mengoptimalisasi jaringan layanan distribusi kargo secara nasional dan internasional yang dilayani Garuda Indonesia.

Baca Juga : Jadwal Kapal Pelni Kelimutu

Sementara PELNI dengan luasnya layanan di kantor cabang membuka loket layanan kargo udara melalui anak perusahaan PT. Sarana Bandar Logistik (SBL). Bagi PELNI layanan ini memperluas jaringan bisnis dan channel distribusi serta meningkatkan utilisasi distribusi kargo dengan menekan waktu tempuh melalui pesawat udara.

PELNI, lanjut Harry Boediarto, memiliki jaringan layanan sangat luas hampir di seluruh pulau di Nusantara. Kantor-kantor cabang PELNI juga letaknya startegis dan mudah dijangkau pelanggan. Potensi ini kami maksimalkan dengan melakukan kerjasama bisnis dengan Garuda Indonesia. “Kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan bisnis kedua BUMN, sehingga kinerja masing-masing BUMN dapat terdongkrak,” terang Harry Boediarto.

Selain membuka Outlet GA-PELNI selaku induk usaha, pada kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara anak usaha keduanya, yaitu PT SBL dan PT AJC.

Pesatnya perkembangan e-commerce berdampak pada semakin tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pengiriman barang yang serba cepat dan mudah. Oleh karena itu, PELNI mensinergikan layanan kargo udara dari Garuda Indonesia agar kebutuhan tersebut terpenuhi untuk seluruh pengguna jasa.

Baca Juga : Harga Tiket Kapal pelni Kelimutu

Penandatanganan PKS dilakukan antara Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PELNI, Harry Boediarto, dengan Direktur Cargo dan Pengembangan Usaha Garuda Indonesia, Mohammad Iqbal. Sementara di level anak usaha, PKS ditandatangani oleh Direktur PT Sarana Bandar Logistik, Sutrisno, dan Direktur PT Aero Jasa Cargo, Febiantori.

“Dengan menggandeng Garuda Indonesia sebagai “National Flag Carrier” yang melayani transportasi udara ke berbagai wilayah di Indonesia, bisnis Pelni di bidang layanan logistik akan semakin kompetitif dan tangguh. Dengan begini, layanan logistik Pelni dapat melayani pengiriman barang dan kargo menjangkau lebih banyak kota di Indonesia,” tutur Harry Boediarto.

Sementara itu, Direktur Cargo dan Pengembangan Usaha Garuda Indonesia, Mohammad Iqbal, menyambut baik adanya kerja sama yang dijajaki bersama PT Pelni. Iqbal mengungkapkan, “Sejalan dengan program pemerintah untuk mewujudkan sinergi BUMN, melalui kerja sama ini Garuda Indonesia dan PT Pelni bersepakat untuk bersama-sama menjalankan layanan outlet GA-Pelni yang tentunya kami harapkan dapat semakin menambah value layanan kedua perseroan”.

Kerja sama tersebut merupakan bagian dari ekspansi perseroan dalam memperluas jaringan kargo, sejalan dengan upaya perseroan dalam menargetkan capaian pendapatan bisnis kargo untuk satu outlet per bulan sebesar USD 6200 untuk outlet Jakarta, USD 6000 untuk outlet Makassar, dan USD 5800 untuk outlet Surabaya. Peningkatkan pertumbuhan bisnis kargo tersebut salah satunya akan diutilisasikan melalui strategi maksimalisasi jaringan distribusi kargo perusahaan.

Lebih lanjut, kerja sama ini akan meliputi kerja sama layanan outlet kargo yang bertempat di lokasi Pelni dan Surya Bandar Logistik, dan akan mempergunakan jaringan layanan trucking Aero Jasa Cargo dan Surya Bandar Logistik.

Mantap Jiwa, Pelni Sudah Bawa 12.000 Wisatawan ke Karimunjawa

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) memang top. Komitmennya mendukung pariwisata pun sudah dibuktikan. Terhitung hingga Juli, PT Pelni telah mengangkut 12.000 wisatawan ke Karimun Jawa, Jepara, Jawa Tengah.

Data tersebut bukan sembarangan. Karena disampaikan langsung Direktur Utama PT Pelni (Persero), Insan Purwarisya L. Tobing. Tepatnya saat beraudiensi dengan Menteri Pariwisata, Arief Yahya, Selasa (21/8), di Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta.

Baca Juga : Jadwal Kapal Pelni Leuser

Menurut Insan, kehadiran wisatawan telah mendongkrak perekonomian Karimun Jawa. “Setiap 2 minggu sekali, Pelni mengangkut sekitar 600 orang untuk berwisata ke Karimun Jawa,” terang Insan.

Kapal Pelni, berangkat dari Semarang setiap Jumat malam pukul 23.00 WIB. Kapal tiba Sabtu pagi. Saat tiba, wisatawan langsung mendapatkan wisata pantai, wisata laut, dan wisata daratan di Karimun Jawa. Pada malam hari, wisatawan diajak menikmati ikan bakar.

“Destinasi ke Karimun Jawa ini menumbuhkan kegiatan ekonomi masyarakat di daerah tersebut. Terutama bagi nelayan, kuliner, dan kerajinan,” terangnya.

Kehadiran wisatawan dalam jumlah besar, membuat nelayan memilih libur setiap Sabtu dan Minggu. Para nelayan menggunakan kapal mereka untuk melayani wisatawan.

“Mereka lebih senang mengangkut wisatawan dibandingkan melaut. Malam harinya, masyarakat sekitar menjual ikan bakar di lapangan Karimun Jawa. Jadi setiap malam Minggu lapangan ramai berkuliner,” tutur Insan yang baru sebulan lalu gowes ke Karimun Jawa.

Baca Juga : Harga Tiket Kapal Pelni Leuser

Menariknya, Pelni menghembuskan semangat Indonesia Incorporated untuk meningkatkan wisatawan ke Karimun Jawa. Pelni menjalin kerjasama dengan operator transportasi udara. Yaitu Garuda Indonesia dan Citilink. Termasuk juga transportasi kereta api. Tepatnya dengan PT KAI. “Kami sudah menjual paket bersama Pelni-Garuda-Citilink, dan KAI,” ujarnya.

Direktur Usaha Angkutan Penumpang dan Perintis, OM Sodikin mengatakan, Wisata Bahari ke Karimun Jawa, dilayani secara reguler menggunakan KM Kelimutu.

Kapal ini merupakan kapal penumpang tipe 1.000 pax. KM Kelimutu dijadikan Kapal Wisata Haritage dengan kapasitas kamar kelas 1 sebanyak 14 bed, kelas dua 40 bed dan kelas ekonomi untuk 950 orang.

“Kapasitas KM. Kelimutu dapat memuat 1.000 orang. Saat ini terisi rata-rata 600 orang setiap trip pelayaran ke Karimun Jawa,” tutur Sodikin, yang hadir bersama Direktur Keuangan Tri Andayani.

Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan dukungan kepada Pelni yang menyelenggarakan Wisata Bahari. Menurut Arief Yahya, destinasi Wisata Bahari ini diharapkan dapat menambah tujuan pariwisata di Indonesia, sehingga dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia.

“Destinasi bahari adalah keunggulan Indonesia. Banyak sekali wisata pantai dan spot diving yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Dan Karimun Jawa adalah salah satunya,” tutur Menpar.

Dijelaskannya, konsep kerjasama yang dilakukan PT Pelni dengan Garuda Indonesia, Citilink, juga PT KAI juga luar biasa.

Pelni Tambah Satu Trayek Tol Laut ke Pulau Kisar

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) akan mengoperasikan satu lagi kapal tol laut, trayek T-9 dari Tanjung Perak, Surabaya ke Kisar-Namrole-Kisar-Tanjung Perak mulai 16 Agustus.

Sekretaris Perusahaan Pelni, Didik Dwi Prasetio mengatakan, saat ini perseroan mengoperasikan tujuh kapal pada enam trayek tol laut.

“Dengan penambahan satu trayek, maka Pelni menjalani tujuh trayek dari 13 trayek yang disiapkan pemerintah melalui Kementerian Perhubungan,” kata Didik, Jakarta, Jumat

Baca Juga : Jadwal Kapal Pelni Sinabung

Menurutnya, perseroan ‎telah mendapat surat penugasan penyelenggaraan pelayanan publik untuk angkutan barang di laut pada tahun ini dari pemerintah.

“Kami mendapatkan penugasan melalui surat Dirjen Perhubungan laut Nomor. PR.101/III/15/OA-2-17 tanggal 25 Juli trayek T-9 dari Tanjung Perak-Kisar (896 mile) Namrole-Kisar (308 mile) dan Kisar-Tanjung Perak (896 mile),” lanjutnya.

Kisar dan Namrole merupakan dua pulau di Provinsi Maluku, dimana Kisar dekat dengan Kupang dan Timor Leste Sedangkan Namrole lebih dekat ke Ambon.

Baca Juga : Harga Tiket Kapal Pelni Sinabung

Didik mengatakan, dua pulau di Provinsi Kepulauan Maluku ini sangat membutuhkan kapal tol laut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan memasarkan hasil laut berupa ikan, rumput laut, ternak sapi dan kerbau.

“Pelni akan mengoperasikan KM Caraka Jaya Niaga III-32 dengan kapasitas 115 kontainer. Dengan kehadiran tol laut di Kisar akan membantu suplai, sehingga ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau,” paparnya.

Kapal Pelni Kini Lewati Padang

Kabar gembira bagi warga Padang, Gunung Sitoli dan Sibolga Sumatera Barat sekitarnya yang merantau di Jakarta, Bandung dan kota-kota lainnya di Jawa untuk berlayar menggunakan kapal ke Padang pada akhir tahun ini.

Pelayaran ini untuk melayani permintaan masyarakat pada angkutan Natal dan Tahun Baru.

PT. Pelayaran Nasional Indonesia (Persero)-Pelni akan mengoperasikan KM. Lawit ke Padang- Gunung Sitoli dan Sibolga. Demikian disampaikan Direktur Operasi PT. Pelni Capt. Daniel E. Bangonan dalam rilisnya, Jumat.

Baca Juga : Jadwal Kapal Pelni Kelud

KM. Lawit, lanjut Daniel akan berlayar ke Padang-Gunung Sitoli dan Sibolga 2 kali pelayaran, pada pra Natal & Tahun baru, kapal tipe 1.000 pax buatan Jerman tahun 1985 itu akan berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta pada Selasa (20/12) pukul 01.00 dini hari.

Kapal tiba di Padang pada hari Kamis (22/12) pukul 05.00, Gunung Sitoli Jumat (23/12) pukul 05.00 dan tiba di Sibolga pada hari yang sama pukul 14.00. Kapal langsung kembali dari Sibolga ke Jakarta, berangkat pukul 16.00 tiba di Padang pada Hari Sabtu (24/12) pukul 11.00, berangkat kembali pukul 15.00 dan tiba di Tanjung Priok Senin (26/12) pukul 19.00.

Pelayaran kedua pada purna Natal dan tahun baru berangkat dari Tanjung Priok pada Rbu (4/1-17) pukul 01.00. tiba di Padang Sabtu (7/1) pukul 05.00. Gunung Sitoli Minggu (8/1) pukul 05.00 dan Sibolga pukul 14.00.

Baca Juga : Harga Tiket Kapal Pelni Kelud

Kapal kembali ke Jakarta dari Sibolga hari Minggu (8/1) pukul 16.00 dari Padang Senin (9/1) pukul 15.00 dan tiba di Tanjung Priok Jakarta Rabu (11/1) pukul 19.00.

Pelayaran kapal ke Padang sebelum tiket pesawat murah dilayani Pelni secara rutin dan terjadwal dengan kapal Pelni, namun seiring makin menurunya jumlah penumpang akibat LCC pesawat udara, pelayaran dihentikan sekitar 5 tahun silam.

Pelni melayani rute ke Padang, Sumatera Barat hanya setahun sekali sesuai permintaan masyarakat. Kerinduan warga Padang-Gunung Sitoli dan Sibolga yang tinggal di Jakarta, akan terobati bila mudik dengan kapal Pelni.

Untuk tiket Kapal Lawit ke Padang, Gunung Sitoli dan Sibolga akan dibuka mulai Jumat (25/11) besok. Tiket kapal dapat dibeli di loket-loket Pelni, agen, ATM BRI dan Contact Center Pelni 162.

PT. Pelni telah memperbaiki sistem tiketing dengan New Pelni Ticketing Service (NPTS), di mana membeli tiket semakin mudah karena selain beli di agen dan loket-loket Pelni, dalam waktu dekat tiket kapal Pelni dapat dibeli di gerai Indomaret dan Alfmart.

“Harga tiket KM. Lawit Jakarta-Padang Rp 285.000,- Gunung Sitoli Rp 398.000 dan Sibolga Rp 402.000,- tiket sudah termasuk makan, dan asuransi. Semua kelas ekonomi.”

Berlayarnya KM. Lawit ke Padang dapat menjadi ajang nostalgia bagi para perantau minang di Jakarta, Bandung dan kota-kota lain di Jawa yang pada masa lalu menggunakan kapal laut Pelni ketika merintis usaha.

Pelni memfasilitasi pelayaran tersebut pada akhir tahun dan awal tahun sebagai sarana transportasi sekaligus untuk mengenang masa lalu bernostaligia bersama kapal Pelni.

Pelni Ubah Strategi Bisnis dari Kapal Penumpang ke Semi Kapal Pesiar

Perusahaan Pelayaran Nasional Indonesia alias Pelni mengubah strategi bisnis. Itu karena, mereka telah membaca tren penumpang yang terus menyusut dari tahun ke tahun.

Baca Juga : Jadwal Kapal Pelni Lambelu

Dari semula kapal penumpang dan logistik, kini Pelni menjadi semi kapal pesiar yang menyuguhkan kenyamanan. Kapal mengangkut penumpang ke tujuan wisata.

Setidaknya pada tahun 2015, kapal milik Pelni masih mengangkut 4,2 juta penumpang. Tapi pada tahun 2016, jumlah penumpangnya turun menjadi 3,8 juta orang.

Baca Juga : Harga Tiket Kapal Pelni Lambelu

Pelni mengubah konsep semi kapal pesiar sejak Januari tahun 2018. Sekali jalan ke tujuan wisata, jumlah penumpang kapal ini bisa di atas 500 orang.(*)